Senin, 06 Mei 2013

Kebakaran Beruntun di Sela STQN

Warga Kota Amuntai kembali berduka, setelah belum lama musibah kebakaran menimpa sebagian warganya di Desa Rantauan, musibah ini kembali terulang menimpa 22 kepala keluarga (kk) di Desa Palampitan Hilir dan menghanguskan 17 rumah, namun tidak sampai menelan korban jiwa . Musbah kebakaran yang terjadi Minggu (5/5) sekitar pukul 17.00 wita kontan membuat kaget sebagian besar warga RT3 dan Rt 4 Desa Palampitan Hilir yang sudah mulai bersiap-siap beristirahat setelah kerja seharian, apalagi kobaran api begitu cepat merambat akibat hembusan angin yang cukup kencang dan bangunanr rumah warga yang terbuat dari kayu.

Apalagi peristiwa naas itu terjadi tidak jauh dari salah satu lokasi penyelenggaraan lomba Seleksi Tilawatil Qur'an Nasional (STQN) di Mesjid Riyadus Shalihin sehingga membuat sebagian peserta dan dewan juri. Sementara itu Barisan Pemadan Kebakaran (BPK) cukup kesulitan mengjangkau titik api yang tepat berada ditengah pemukiman yang cukup padat, sementara arus jalan Amuntai - Alabio yang macet akibat tumpukan kendaraan dan warga yang ingin menyaksikan peristiwa kebakaran itu.

Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian, namun sebanyak 16 rumah warga mengalami kerusakan 100 persen dan satu rumah rusak 50 persen. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Faturrahman, berdasarkan keterangan warga api bermula dari salah satu rumah warga yang tengah memasak pakai kompor minyak tanah, dimana api tiba-tiba berkobar mengenai dinding rumah kemudian dengan cepat menjalar dan menghanguskan rumah warga lainnya. "Belum jelas apakah karena kompornya meledak atau karena semuran api dari kompor" jelasnya.

Beberapa warga yang ditemui sempat menyayangkan kinerja anggota BPK yang semestinya bisa mencegah penyebaran api yang sampai melalap habis 16 buah rumah warga. Di samping lokasi api yang sulit di jangkau karena berada di tengah pemukiman, petugas BPK juga dinilai salah strategi, "Mestinya jika api sulit di jangkau upayakan rumah terdekat yang bisa dijangkau diamankan dulu dengan semburan air atau robohkan saja beberapa rumah perantara yang bisa menyebabkan penyebaran api" Ujar satu warga. Ia berharap dalam rekrutmen petugas BPK disertai pembekalan pendidikan dan pelatihan yang cukup agar lebih menguasai pekerjaannya yang berkaitan dengan keselamatan orang lain.

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Drs H Abdul Wahid pada hari itu langsung meninjau lokasi kebakaran dan mencoba menghibur warga agar tidak panik dan mengungsi sementara dirumah warga atau kerabat terdekat. Bupati segera mengintruksikan BPBD, Bagian Sosial Setda HSU untuk mempersiapkan bantuan, dapur umum, tenda darurat dan posko kesehatan bagi para korban. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, Wahid menyampaikan kelasungkawa dan turut prihatin atas terjadinya musibah kebakaran itu dan menyerahkan bantuan uang bagi keluarga korban.

Hanya berselang dua hari, Rau (7/5) musibah kebakaran kembali melanda kawasan kelurahan Sungai Malang Amuntai, dimana sebanyak empat buah rumah warga di Jalan Sukmaraga Candi Agung ludes dilalap di jago merah. Musibah yang terjadi sekitar pukul 09.00 wita bertepatan seusai Wakil Bupati HSU Husairi Abdi melepas para kafilah dan Dewan Hakim seiring berakhirnya penyelenggaraan STQN XIX di HSU. Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan beberapa bangunan sekolah seperti SMKN 3, SMAN 1, SMK 2 dan SMPN 1 Amuntai ini sempat membuat panik guru dan para siswa yang menghentikan jam belajar serta berhamburan keluar sekolah.

Beberapa staf PNS di Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sungai Malang juga berupaya mengamankan perabotan kantor dan berkas arsip karena dekatnya lokasi kebakaran dengan kantor bersama UPT Disdik dengan Sekretariat PGRI HSU tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian musibah kebakaran, sedangkan aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab terjadinya musibah kebakaran. Wabup Husairi Abdi dengan didampingi Camat Amuntai Tengah H Jahri seketika menuju lokasi kebakaran dan ikut menyaksikan petugas BPK yang tengah berusaha memadamkan api.

Husairi turut prihatin atas musibah yang meruntun melanda Kota Amuntai dalam satu bulan terakhir, seraya menghimbau warga masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan agar musibah ini jangan terulang kembali. (Edy)


1 komentar: