Kamis, 31 Mei 2012

POLRES Siap Amankan Pemilukada

Polres Hulu Sungai Utara menyatakan kesiapannya untuk mengamankan proses Pemilihan Umum Daerah Hulu Sungai Utara yang akan berlangsung pada Juli mendatang. "Dengan lebih separuh personil kita yang dibantu personil dari Polda Kalsel dan Polres Tabalong dan Balangan tentunya kita wajib dan siap untuk mengamankan proses pelaksanaan pemilukada" Ujar Kapoles HSU AKBP Rudy Haryanto seusai simulasi pengamanan (sispam) kota di Halaman Mapolres HSU, Kamis. Kapolres memperkirakan sekitar 550 personil akan diterjunkan untuk mengamankan pelaksanaan pilkada yang dua pertiga diantaranya merupakan personil dari Polres HSU sendiri. Untuk mengamankan pelaksanaan Pemilukada, Polres akan dibantu BKO dari Brimob Polda, personil dari Direktorat Sabara Polda Kalsel dan bantuan personil dari Polres Tabalong serta Balangan. Satu Personil Polri akan ditempatkan disatu TPS dibantu oleh dua petugas dari perlindungan masyarakat (Linmas), "Bahkan jika dua TPS berdekatan satu personil Polri akan mengamankan keduanya, mengingat petugas kita memang terbatas" Ujar Kapolres Kapolres menyadari, berdasarkan pengalaman pengamanan pemilu, maka TPS menjadi salah satu lokasi yang diasumsikan paling rawan memicu timbulnya gejolak kamtibmas sehingga perlu mendapat ekstra pengamanan, Meski demikian dari hasil pengamatan petugas intelejen Polres HSU, kemungkinan situasi di 568 TPS di Kabupaten HSU relatif aman meski situasi di HSU sempat panas pada saat pengumuman dan penarikan nomor pasangan calon. Sehingga Kapolres yakin dengan penempatan hanya satu personil Polri dan dua petugas Linmas sudah mencukupi untuk mengamankan proses pencoplosan di TPS nanti, "Karena kita juga yakin pemahaman masyarakat terhadap berdemokrasi sudah semakin tinggi disamping kita juga perlu dukungan tokoh ulama dan masyarakat untuk mensosialisasikan hal ini demi suksesnya proses pemilukada" imbuhnya. Pengamanan sendiri sudah dilakukan Polres HSU dengan menempatkan pengawalan kepada semua pasangan calon saat berada dirumah maupun melakukan aktivitas diluar. Sementara BKO dari Polda Kalsel mulai ditempatkan bertugas di HSU pada saat minggu tenang seusai kegiatan kampanye hingga saat pencoblosan surat suara di TPS. Saat pelaksanaan simulasi pengamanan kemaren diperlihatkan bagaimana aparat personil Polri lebih dulu mengedepankan pendekatan persuasif kepada para demontran. Jika upaya persuasif ini tidak diindahkan maka personil Polri baru akan melangkah ke tahap pengamanan berikutnya dengan mengerahkan petugas pengamanan yang lebih besar hingga penyemprotan water canon dan pembubaran paksa dengan gas air mata. (Edy)

Ketua Baru Rakha Dilantik

Ketua Umum Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara Ir H.M. Said melantik Dewan Pengurus Yayasan periode 2012-2017 dengan Ketua Umum KH Husin Nafarin, Lc, MA. Pelantikan ketua umum yang baru ini guna mengisi kekosongan posisi ketua umum yayasan yang sebelumnya dipegang H. Safriansyah yang sekitar 3 bulan lalu telah meninggal dunia. Demikian pula Posisi Ketua Umum Dewan Pembina yang kini di pegang mantan Gubernur Kalsel itu juga terpilih menggantikan KH Idham Khalid yang telah wafat. Selain melantik KH Husin Nafarin sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus, HM Said juga melantik Ketua Umum Dewan Pengawas H Hormansyah Haika menggantikan Ali Saberan. Dengan wafatmya dua tokoh Rasyidiyah Khalidiyah ini, Kata Said maka semakin diperlukan perhatian dan dukungan para tokoh masyarakat dan ulama, termasuk jajaran pemerintah daerah untuk memajukan pendidikan di salah satu ponpes terbesar di Pulau Kalimantan ini. "Saya berharap kepengurusan yang baru bisa membawa rakha amuntai lebih maju kedepannya" Ujar Said. Apalagi, lanjut Said sejumlah pengusaha sukses dan pejabat pemerintah daerah telah menyampaikan kesediaannya menjadi dewan penyantun pusat pendidikan agama Islam di Kota Amuntai ini. Sebut saja, bebernya seperti H. Ahmad Sulaiman HB, H Supiansyah, Rudy Resnawan, Ruzaini Noor, H,A Makkie, BA masuk dalam daftar ketua hingga anggota dewan penyantun Pondok pesantern Rakha. Yayasan Rakha kini memang tengah merombak sejumlah kepengurusannya, mengingat wafat dan usia uzur sebagian besar pengurus, "Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina yang mewakili segenap pengurus dan alumni Rakha berterima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah mengabdi bagi kemajuan pendidikan di pondok pesantren ini" Ujar Said. Pengurus yang baru, harapnya bisa sesegeranya menyusun sejumlah program kerja dan keuangan, meningkatkan kebersamaan dan kekompakan karena ia masih berharap akan muncul perubahan besar yang membawa pondok pesantren ini menjadi ponpes terdepan dan nomor satu di Kalimantan Selatan. Seiring mangkatnya KH Idham Khalid dan H Safriansyah seiring pelantikan itu digelar tahlilan 100 hari wafatnya H Safriansyah dan Haulan untuk mendiang KH Idham Khalid yang tidak lain ayahnda dari Bupati HSU HM Aunul Hadi. Selain itu juga digelar do'a bersama untuk kesembuhan salah seorang tokoh Rakha H.A Makkie yang tengah di rawat di RS Sari Mulia Banjarmasin, berharap yang bersangkutan cepat sembuh untuk kembali berkiprah bagi kemajuan Rakha Amuntai. Selaku Anggota Dewan Pembina Rakha, Bupati HM Aunul Hadi mengingatkan keberadaan Rakha Amuntai sebagai aset yang di miliki Kalimantan selatan yang perlu terus mendapat perhatian dan dukungan untuk meningkatkan pendidikan dan siar Agama islam mengingat pondok pesantern ini telah banyak menghasilkan ulama dan ustadz bahkan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) yang merupakan satu-satunya di Pulau Kalimantan berada di kawasan komplek Rakha Amuntai. (Edy)

Rabu, 30 Mei 2012

Pejabat Harus Siap Diperiksa

Bupati Hulu Sungai Utara mengingatkan para pejabat didaerahnya untuk siap diperiksa jika diduga terkait kasus tindak pidana korupsi atau kasus lainnya, "Namun saya berharap tidak satu pejabat didaerah ini yang terkena kasus tindak pidana korupsi karena telah menunaikan tugas yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya" Ujar Bupati HM Aunul Hadi pada rapat koordinasi (rakor) pemutakhiran data tindak lanjut pemeriksaan Aparat Pengawas Interen Pemerintah (APIP) belum lama ini. Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap dokumen laporan keuangan daerah, kata Aunul merupakan tahap yang startegis dan fundamental dalam upaya pengawasan terhadap pelaksanaan dan penggunaan anggaran pembangunan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Karena itu besarnya manfaat yang diperoleh dari hasil pemeriksaan, tandas Aunul tidak terletak pada jumlah temuan yang dilaporkan, melainkan justru terletak pada efektivitas penyelesaian hasil pemeriksaan yang dilakukan. Aunul berharap melalui rakor ini dapat dilaksanakan koordinasi yang sinergis sehingga nantinya tidak terjadi isu tumpang tindih pemeriksaan. Sementara Inspektur Propinsi Kalimantan Selatan HM Isra Ismail, SH, MH mewakili Gubernur Kalsel mengatakan bagaimanapun akurat hasil pemeriksaan, namun tanpa tindak lanjut akan menjadi sia-sia dan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap upaya perbaikan kinerja pengelolaan keuangan pembangunan. Senada, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Selatan Hamonangan Simarmata meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk menindaklanjuti hasil temuan pemeriksaan dokumen laporan keuangan daerah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar bisa dilakukan perbaikan kedepan. Hamonangan meminta kepala daerah maupun pejabat dipemerintahan untuk mengubah pola pikir yang selama ini mengesankan pemeriksaan dianggap tidak gagal jika tidak ada temuan, "Justru saya berharap tidak ada temuan dalam pemeriksaan yang berarti bahwa upaya perbaikan kinerja pengelolaan keuangan di daerah berhasil" ujarnya Ditegaskan Hamonangan, BPKP siap membantu pemerintah daerah untuk membantu terlaksananya sistem pengelolaan keuangan daerah yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Untuk menindaklanjuti hasil temuan BPK itulah, kata Hamonangan rakor pemutakhiran data tindak lanjut pemeriksaan APIP ini dilaksanakan berpedomana pada peraturan pemerintah nomor 79 tahun 2005 dan permendagri nomor 23 tahun 2007. Ia beharap APIP bisa dijadikan tempat bagi aparat pemerintah daerah untuk berdiskusi dan berkonsultasi dalam upaya meningkatkan perbaikan sistem pengelolaan dan pelaksanaan anggaran pembangunan daerah. Menurut Kepala BPKP Perwakilan Kalsel ini untuk meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) perlu pendataan aset dan penyertaan, menindaklanjuti temuan pemeriksaan BPK dan bersama BPKP melakukan langkah perbaikan. Hamonangan berharap Inspektur kabupaten selaku perpanjangan mata dan telinga kepala daerah dapat turun kebawah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan pengelolaan anggaran daerah. "Saya minta inspektur untuk turun kebawah dan lebih aktif dalam melakukan pembinaan dan pengawasan" tegasnya. Demikian pula peran wakil kepala daerah kedepan diharapkan lebih diaktifkan mengingat tugas dan tanggung jawabnya selaku penanggung jawab yang membidangi pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. Rakor turut dihadiri Kepala Bagian Evaluasi, Pelaporan dan Pengawasan Drs Ikhwan Suyudi, M.Si yang mewakili Inspektur Jendral Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia serta wakil bupati dan Inspektur Kabupaten se- Kalsel. (Edy)

Ribuan Siswa SD Khatam Baca Al-Qur'an

Sebanyak 2.478 siswa sekolah dasar se Kabupaten Hulu Sungai Utara Propinsi Kalimantan Selatan, Kamis mengikuti kegiatan khattam baca Al-Quran di Ruang Induk Mesjid Raya Amuntai ditemani orang tua, kerabat dan guru masing-masing. "Kegiatan ini sudah yang kelima kami dilaksanakan dan diharapkan bisa dilanjutkan dijenjang pendidikan selanjutnya" Kata Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) HM Aunul Hadi. Aunul minta agar siswa tidak berhenti membaca Al-Qur'an meski sudah melewati prosesi khattam bersama tersebut karena ia menyayangkan jika potensi dari ribuan siswa sekolah dasar (SD) dan Madrsyah Ibtidaiyah (MI) yang sudah khattam Al-Qur'an ini terhenti begitu saja tanpa tindak lanjut. Peran orang tua dan guru diharapkan Aunul untuk bisa mengawal dan memotivasi siswa untuk terus melanjutkan pendidikan Al-Qur'an, Kegiatan yang dilaksanakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam ( KKG PAI) Kabupaten HSU ini diharapkan bupati bisa berkelanjutan, karena dinilai sangat baik dalam memotivasi pendidikan Al-Quran di tengah masyarakat khususnya dikalangan siswa. Sekretaris KKG PAI HSU Kahirin Noor juga berharap gerakan kahttam Qur'an ditingkat SD ini bisa dilanjutkan ke tingkat SLTP bahkan SLTA dengan program pendidikan tilawah. Namun ia menyayangkan program tilawah yang semestinya dikembangkan di SLTP tidak berjalan, "Semestinya dilanjutkan kependidikan tingkat tilawah namun program ini tidak jalan" Ujar Khairin Noor. Ditanya alasan tidak berjalannya program, Kahirin mengaku tidak mengetahui karena di SLTP kegiatan pendidikan tilawah merupakan ruang kerja dari Musyawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Organisasi tanaga pendidik yang ada di SLTP itu, menurutnya bisa melaksanakan program pendidikan tilawah untuk melanjutkan pendidilan baca tulis Al-Qur'an yang sudah dikembangkan ditingkat SD. Ia berharap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HSU bisa memberikan instruksi dan berkoordinasi dengan MGMP di STLP untuk menjalankan kembali kegiatan pendidikan tilawah agar pendidikan Al-Qur'an terus berlanjut. Kegiatan Khattam Qur'an di kalangan siswa SD ini, jelas Khairin Noor dimotivasi adanya Peraturam Daerah Pendidikan Al-Qur'an yang dikeluarkan Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan yang menjadi landasan kerja KKG PAI HSU dalam melaksanakan program ini. Pendidikan baca tulis Al-Quran, jelasnya tidak seratus persen dilaksanakan disekolah, namun dititipkan ke Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan sebagian kerumah guru mengaji, "Karena kalau pendidikan baca Al-Quran disekolah dibatasi jam mata pelajaran, sehingga diintensifkan belajar di luar sekolah" ujarnya. Sehingga, lanjutnya peran orang tua dan guru mengaji sangat besar mengantar ribuan siswa di HSU hingga khattam Al Quran ini, sedang pihak sekolah hanya memeriksa perkembangan kemampuan siswa dalam membaca Al Quran. (Edy)

Berbekal Pede, Tini Raih Juara

Tini siswi Madrasyah Ibtidaiyah Negeri Kandang Halang meraih Juara pertama lomba bercerita tingkat sekolah dasar se-Kabupaten Hulu Sungai Utara yang diselenggarakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (28/5). Siswa yang oleh gurunya dikatakan pendiam ini berhasil menyisihkan 50 peserta lainnya, "Sebenarnya anaknya pendiam, namun karena tidak malu tampil didepan umum kami sertakan ikut lomba ini" ujar salah seorang gurunya Tampil percaya diri alias pe-de itu, katanya yang mungkin yang menjadi modal dasar siswi yang suka baca buku cerita ini bisa tampil mulus membawakan cerita didepan khalayak penonton. Persiapannya kata Tini hanya latihan selama dua pekan dengan dibimbing guru disekolah. Tim juri mensyaratkan peserta tampil membawakan cerita berdasarkan kemampuan berimprovisasi dan bukan hanya sekedar menghapal sehingga tanpa percaya diri yang besar peserta akan kesulitan tampil bercerita didepan penonton. Untuk memudahkan siswa bercerita pihak tim juri juga mengijinkan peserta tampil mengenakan busana tertentu, seperti busana muslimah dan daerah meski bukan faktor yang khusus mendapat penilaian juri. Selain itu untuk menambah daya tarik dan rasa percaya diri saat bercerita peserta juga diperbolehkan membawa serta atribut pendukung cerita, seperti gambar atau lukisan, peralatan seperti tombak, keris dan sebagainya. Pihak Perpustarda telah mengagendakan pelaksanaan lomba bercerita ini setiap tahun karena secara berjenjang hingga ketingkat nasional, "Jadi peserta yang meraih juara satu berhak menjadi duta Kabupaten HSU untuk ikut lomba bercerita tingkat propinsi yang Insya Allah dilaksanakan 18 Juni mendatang" Terang Kepala Perpustarda HSU Hj Mariyati, S.Sos. Karena itu, lanjut Mariyati untuk mempersiapkan peserta menghadapi lomba ditingkat propinsi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam memberikan bimbingan dan pelatihan tambahan bagi siswa, mengingat lomba dijenjang selanjutnya akan lebih kompetitif. Pemerintah Daerah Hulu Sungai Utara berharap kegiatan Lomba Bercerita ini mampu menanamkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan Nasional dan lokal yang diperkenalkan melalui cerita daerah yang disampaikan. "Melalui lomba ini juga bisa menggalakan kegemaran membaca dikalangan siswa" Ujar Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. H. Kasnariansyah mewakili Bupati HSU saat membuka lomba. Daerah HSU, katanya juga kaya akan cerita daerah seperti cerita Puteri Junjung Buih dan lainnya yang mengandung pesan dan petuah bijak, sehingga cerita lokal juga perlu dilestarikan. Selain dibukukan, melalui lomba bercerita ini, kata Kasnariansyah cerita lokal bisa lebih dikenal masyarakat, khususnya generasi muda. Selain digelar untuk siswa SD, lomba bercerita dilaksankan khusus untuk pelajar sekolah lanjutan. "Khusus hari pertama pelaksanaan diperuntukan bagi siswa SD dan hari kedua untuk pelajar SMP dan SMA" jelas Ketua Panitia Hj Magdalena, S.Sos Lomba bercerita tingkat SLTP, kata Magdalena diikuti sekitar 30 pelajar, sedang SLTA diikuti 20 pelajar. Selain Tini yang meraih juara I, juara II tingkat SD diraih Bardatus Souvia dari MIN Panyiuran, Juara III oleh Fitri Adha Amelia dari SDN Murung Sari 4 Amuntai, Juara Harapan I dan II masing-masing diraih Siti Zulfa Raudhah dari SDN Murung Sari 2 dan Melly dari SDN Sei Bahadangan Kecamatan Banjang. Tingkat SLTP, Juara I diraih Nazia Fitriani dari SMPN 2 Sei. Pandan, Juara II M Mulyadi MTsN Nurul Muttaqien dan Juara III Rabiatul Radiah dari MTsN Amuntai Selatan. Sementara tingkat SLTA dimenangkan Ayu Patmayani dari MAN 4 Babirik, Juara II Linda Sari MA Mu'alimin Alabio dan Juara III Taufik Rahman dari MA Assyafi'iyah Alabio di mana semua pemenang berhak atas hadiah utama berupa 1 unit sepeda ditambah tropi, sertifikat, uang pembinaan. (Edy)

Selasa, 15 Mei 2012

Rudi dan BPK HSU

Amuntai, 15/ 5 – Wakil Gubernur Rudy Resnawan menyalami petugas Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kabupaten Hulu Sungai Utara saat meninjau stand pameran hari Jadi Kabupaten HSU ke60 di Lapangan Pahlawan Amuntai, Selasa (15/5) di mana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU memajang sejumlah Mobil dan peralatan BPK Rudy berpesan agar BPK HSU terus meningkatkan kemampuan dan fasilitasnya mengingat Kota Amuntai dan sekitarnya akhir -akhir ini rawan terjadi musibah kebakaran yang membutuhkan kesiagapan petugas BPK. ( Eddy/Humas)

Lepas Balon Berhadiah

Amuntai, 15/5 – Wakil Gubernur Kalsel H.Rudy Resnawan didampingi Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) HM Aunul Hadi melepas Balon Hari Jadi Kabupaten HSU agar melayang ke udara di mana turut menandai pelaksanaan peringatan hari jadi daerah itu yang ke60 dan sejumlah uang tunai diikat bersama kumpulan balon gas tersebut dan menjadi milik warga yang beruntung jika mendapatkannya. (Eddy/ Humas)

Wagub Minta HSU Berubah

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Resnawan meminta Warga Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk bersama-sama melakukan perubahan pembangunan di daerah itu ke arah yang lebih sejahtera dan maju. Orang nomor dua di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini selain mengapresiasi sejumlah keunggulan daerah yang 80 persen wilayahnya terdiri atas rawa ini juga mengingatkan beberapa kelemahan yang masih menjadi tantangan pembangunan kedepan. Seiring Hari Jadi Kabupaten HSU ke60 pada puncak perhelatannya di laksanakan di Lapangan Pahlawan Amuntai Selasa (15/5) Rudy mengingatkan masih rendahnya tingkat pendidikan Masyarakat Kabupaten HSU yang 70 persen masih berpendidikan sekolah dasar. Demikian pula dikatakannya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah itu juga berada diperingkat 10 dari 13 kabupaten kota se Kalsel, “Tingkat kemiskinan juga meski sudah bisa dikurangi oleh pemerintah daerah dibanding tahun sebelumnya namun masih tinggi jika dibanding rata-rata angka kemiskinan se Kalsel” ungkapnya. Selain itu, perlambatan pembangunan di kabupaten tempat kelahirannya ini, lanjut Rudy juga dikarenakan minimnya sumber daya alam pasca pemekaran wilayah dengan Kabupaten Balangan turut berimbas terhadap kecepatan pembangunan di kabupaten itu, “Tapi kembali saya ingatkan bahwa kemajuan HSU bukan ditentukan bupatinya, tapi oleh kehendak dan kemauan seluruh lapisan masyarakat HSU untuk berubah” Ujar Rudy. Wagub optimis dengan sejumlah potensi didaerah tersebut yang masih bisa dikembangkan untuk melecut percepatan pembangunan, yakni dengan memaksimalkan potensi rawa dibidang pertanian, perikanan, peternakan dan usaha kerajinan masyarakat. Ia juga mengharapkan agar kualitas pendidikan dan kesehatan juga tetap diprioritaskan guna menciptakan sumber daya manusia pembangunan yang berkelanjutan dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Rudy menegaskan komitmen Pemerintah propinsi untuk selalu mendukung dan membantu upaya peningkatan pembangunan didaerah-daerah, “Asal program yang diajukan bisa untuk dilaksanakan dan menyentuh kepentingan masyarakat luas” tandasnya Senada, Bupati HSU HM Aunul berharap seusai kepemimpinannya, HSU bisa lebih maju memanfaatkan potensi alam yang tersedia untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat. “Saya berharap pemimpin HSU selanjutnya bisa membawa kemajuan bagi daerah ini, diantaranya melanjutkan keberhasilan pembangunan yang sudah diraih” ujarnya. Moment Hari Jadi yang sederhana kali ini ditandai dengan penyerahan santunan bagi ahli waris pendiri Kabupaten HSU, dan penyerahan bantuan kendaraan dinas roda dua kepada para kepala desa se Kabupaten HSU. Sementara dari Badan Amil Zakat, Infaq dan Sodakoh (Bazis) HSU menyerahkan beasiswa bazis kepada pelajar di HSU dari keluarga kurang mampu untuk SD/MI sebesar Rp125 ribu per orang, SLTP/MTs sebesar Rp185 ribu, SLTA/MA Rp250 ribu dan Pondok Pesantren Rp250 ribu per orang. Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan Terbaik ke-3 se Indonesia kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Amuntai dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Turut dilaksanakan penandatanganan dan penyerahan perangkat dan penggunaan aplikasi sistem informasi keuangan daerah secara on-line (SIKDO) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalsel kepada Pemda HSU. Pada peringatan hari jadi kabupaten itu Ketua TP PKK HSU Hj Eulies Rohayati Aunul Hadi juga membuka pameran pembangunan HSU dibidang perdagangan dan perindustrian, pertanian, pendidikan, kesehatan serta penanggulangan bencana daerah. (Edy)

Kamis, 10 Mei 2012

Rakha Bangun 8 Lokal Baru

Yayasan Pondok pesantern Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai menambah delepan ruang belajar baru bagi santriwati Madrasyah Aliyah Normal Islam puteri yang dimulai pembangunannya kamis (10/5). Pihak yayasan telah menganggarkan dan pembangunannya sejak 2010 yang bersumber dari sumbangan orang tua santri dan donator lainnya. Meski demikian yayasan mengaku masih mengalami kekurangan dana dari anggaran pembangunannya sebesar Rp1,493 milyar lebih. "untuk tahap pertama kami baru bisa membangun lokal" kata Kepada Madrasyah Aliyah (MA) Normal Islam Puteri Rakha Amuntai. Saat ini, lanjutnya sudah terdapat 15 lokal dan 7 diantaranya permanen, karena itu pembangunan lokal tambahan sebanyak delapan lokal juga akan dibangun permanen mengingat lokal yang belum permanen saat ini sudah tidak memadai lagi untuk menampung sebanyak 502 santriwatinya. Pihak yayasan sangat mengharapkan bantuan pemerintah daerah untuk membantu kekurangan dana, disamping pihak yayasan juga mengupayakan bantuan dari donator lain. Bupati Hulu SUngai Utara HM Aunul Hadi secara resmi melakukan pencanangan pembangunannya dengan penancapkan tiang pertama Kamis (10/5) dengan disaksikan Ketua dan anggota Yayasan Potren Rakha Amuntai. lainnya. Selaku anggota Dewan pembina Yayasan Potren Rakha Amuntai, Aunul menyatakan rasa syukur atas penambahan lokal baru ini, menunjukan kemajuan Rakha dalam meningkatkan mutu pendidikaannya. Untuk mengatasi kekurangan dana yang ada, saran Aunul agar pihak Yayasan mengajukan proposal permohonan bantuan dana kepada pemerintah daerah, "Silakan sampaikan proposal, insya Allah akan coba dibantu melalui APBD perubahan" Ujarnya. Aunul mengaku memiliki keterikatan batin dengan Potren Rahka Amuntai, oleh karena Ayahnda beliau KH Idham Khalid merupakan salah satu pendiri Potren terbesar di Kalimantan Selatan ini. Keberadaan Rakha Amuntai ini, kata Aunul merupakan aset berharga yang dimiliki Kabupaten HSU yang perlu terus mendapat perhatian dan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat HSU untuk dikembangkan. Di kawasan Rakha ini juga terdapat Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) yang merupakan sekolah tinggi ilmu Al-Qur'an satu-satunya yang ada di Pulau Kalimantan. Sehingga melalui pendidikan di Potren Rakha ini banyak melahirkan ulama dan para ustadz yang berperan dalam syiar dan dakwah Agama Islam yang tidak saja di HSU tapi diseluruh Kalimantan (Edy)

Penari Cilik Sambut Tamu

Amuntai, 8/5 - Sejumlah siswi SDN Kebun Sari 2 Amuntai menampilkan Tarian Radap Rahayu saat menerima kunjungan tim penilai Lomba Kelurahan Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan di Kelurahan Kebun Sari Amuntai dimana tarian ini sering ditampilkan saat menerima kunjungan tamu dari luar daerah bahkan anak-anak ini pun terampil membawakannya (Edy/ Humas)

Alrefa FC Juara Futsal Banua Enam

Alrefa fc tim futsal asal kelurahan Antasari Amuntai berhasil menyabet tropi bergilir Kompetisi Futsal Negara Dipa Cup se- Banua Enam Tahun 2012 yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara ke-60. Alfera menjadi juara setelah pada babak final mengalahkan tim futsal tuan rumah Putra Perkasa fc dari Sungai Malang Amuntai pada acara penutupan kompetisi ini, Kamis. Setelah lebih sepekan kompetisi futsal ini diselenggarakan di lapangan futsal SMP Negeri 2 Amuntai Sungai Malang Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) HM Aunul Hadi yang menutup kompetisi ini berinisiatif memberikan bonus uang bagi semua tim yang menang dan pemain pencetak gol terbanyak (top skor) masing-masing sebesar Rp.200 ribu. "Terima kasih karena sudah berpartisipasi memeriahkan hari jadi banua kita" Ujar Aunul. Penghargaan juga ditujukan Aunul kepada Organisasi Karang Taruna Negara Dipa Sungai Malang yang telah berinisiatf menggelar kompetisi ini. Karang Taruna Negara Dipa akan mengagendakan kompetisi ini setiap tahun sebagai bentuk peran serta mereka memajukan prestasi di bidang olahraga futsal dan memeriahkan hari jadi daerah mereka, "Rencananya Kompetisi ini akan terus kami gelar gelar setiap tahun menjelang Hari Jadi HSU" Kata Ketua Panitia Ahmad Junaidi. Menurutnya,olahraga futsal telah bekembang menjadi salah satu cabang olahraga yang paling diminati warga di Kota Amuntai dan sekitarnya, terlihat dari semakin bertambahnya pembangunan lapangan futsal di daerah ini. Selain itu selama kompetisi futsal ini berlangsung sekitar sepekan ini Junaidi menyaksikan penonton tidak hanya ramaja dan pelajar, tapi juga orang dewasa bahkan kaum ibu cukup antusias menjadi suporter. Karena itu pula, pihak Karang Taruna Negara Dipa Sungai Malang akan menjadikan kompetisi futsal ini sebagai program tahunan memeriahkan Hari Jadi Kabupaten HSU, "Semoga dengan bertambahnya kompetisi di cabang futsal ini memberi kesempatan bagi atlet futsal di HSU lebih mengembangkan diri dalam rangka meningkatkan prestasi hingga ke event yang lebih tinggi" Ujarnya. Selama ini tim futsal HSU diakui belum banyak yang muncul di ajang kompetisi ditingkat propinsi, apalagi nasional. Menurut Janaidi perlu peran serta semua pihak untuk membantu mengembangkan kemajuan olahraga di daerah dan jangan hanya menyerahkan urusan ini kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata HSU Atas keikutsertaan sejumlah tim futsal di HSU dan Kabupaten lainnya se banua enam, Junaidi menyampaikan penghargaan dan berharap mereka dapat kembali berpartisipasi pada kompetisi di tahun 2013 Selain menyerahkan tropi bergilir kepada tim pemenang, pihak panitia juga memberikan piala, piagam dan uang pembinaan Rp2 juta untuk juara satu, Rp1,5 Juta bagi Juara dua, Rp1 juta juara tiga dan Rp500 ribu masing-masing untuk juara empat dan pemain top skor. (Edy)

Macet Antri BBM

Amuntai, 8/5 - Akibat antrian BBM mobil dan Truk dan badan jalan yang sempit di ruas jalan Amuntai-Kelua di Desa Panangkalaan Kecamatan Amuntai Utara hampir setiap hari terjadi kemacetan akibat tidak disiplin sopir dan pengendara meski aparat kepolisian terus berjaga dikawasan jalan ini. (Eddy/Humas)

Audit PNPM Mandiri Pedesaan

Tim Auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan perwakilan Propinsi Kalimantan Selatan, Selasa ( 8/5) melakukan ekspose hasil audit pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 2011. Hasilnya, Tim Auditor yang diketuai Muhyidin Khalidi menemukan setidaknya dua pokok kegiatan yang masih menjadi kelemahan dalam pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Hulu Sungai Utara (HSU) yakni dari segi administrasi di unit pengelola kegiatan (UPK) dan simpan pinjan perempuan (SPP) serta mekanisme pengadaan barang dan jasa yang masih belum transparan, "Selain itu proyek fisik di tiga kecamatan masih kurang volume pekerjaannya sehingga perlu ditingkatkan" ujar Muhyidin. Temuan auditor juga memperlihatkan hampir semua proyek PNPM pedesaan yang dilaksanakan di 107 desa di Kabupaten HSU terlambat dalam penyelesaiannya. Juga dari hasil pemantauan ketua tim auditor dilapangan, ditemukan sejumlah proyek perbaikan jalan yang masih kurang terpelihara, sehingga ada jalan yang sudah diuruk hilang material pasirnya karena terkikis air dan sebagian badan jalan lainnya ditutupi rumput liar karena kurang terpelihara sesudah pengerjaannya. Muhyidin mengakui memang tidak ada anggaran dana untuk upaya pemeliharaan proyek yang di bangun meskipun tim pemeliharaan yang beranggotakan warga desa setempat sudah dibentuk di tiap-tiap desa. Dana untuk pemeliharaan, diharapkan Muhyidin berasal dari swadaya masyarakat karena tidak dianggarkan dalam proyek PNPM, "Untuk seterusnya karena masyarakat yang menikmati dan memanfaatkan fasiltas yang sudah di bangun maka mereka pula hendaknya yang secara swadaya melakukan pemeliharaannya " tandas Muhyidin. Terlait mekanisme pengawasan di PNPM Mandiri Pedesaan, ketua tim auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel ini menilai masih cukup baik, namun secara detail karena program ini berkelanjuan BPKP akan bekerja sama dengan Inspektorat Kabupaten HSU dalam fungsi pengawasan eksternal, "Kalau secara internal dilaksanakan dikecamatan, baik terhadap kondisi keuangan di UPK maupun pekerjaan fisik dilapangan" imbuhnya. Pengawasan, katanya dilakukan pula oleh pihak lembaga yang ada di desa, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kalangan pers. Total dana PNPM mandiri pedesaan di Kabupaten HSU ungkap Muhyidin sebesar Rp 11 Milyar yang sebagian besar telah terealisasi. Pihak Bank Dunia yang menjadi sumber dana PNPM menghendaki sampel audit berkisar 30 persen untuk memastikan dana tepat sasaran bagi pembangunan sarana fisik masyarakat miskin dipedesaan. "Sebagian besar pekerjaan terlaksana dengan baik hanya perlu perbaikan dibeberapa bagian" simpul Ketua Tim Auditor BPKP Kalsel ini. Salah seorang anggota Ruang Belajar Masyarakat (RBM) H. Yurdani menilai positif kegiatan ekspose tim auditor BPKP ini, karena sejumlah kekurangan bisa diketahui untuk perbaikan, "Saya berterima kasih atas kegiatan ekspose ini karena bisa memperlihatkan kepada kita kekurangan apa yang perlu kita perbaiki kedepan" ujarnya. Demikian pula Pemerintah Kabupaten HSU merasa terbantu dengan adanya usulan yang masuk melalui program PNPM pedesaan ini sehingga memperkaya materi untuk perumusan perencanaan pembangunan daerah, "Usulan yang belum tertampung di PNPM hendaknya bisa diusulkan masyarakat pada musrenbang kecamatan guna melengkapi materi perumusan perencanaan pembangunan daerah" ujar Muchlis peawai dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) HSU Terhadap temuan dan saran pendapat dari tim audiitor, Ketua tim koordinasi badan kerjasama antar desa (BKAB) kabupaten HSU Hendrayani mengharapkan agar hasilnya juga disampaikan tim auditor ke kecamatan-kecamatan sehingga para kepala desa dan warga masyarakat juga mengetahui kekurangan yang menjadi temuan. (Edy)

Ubah Jamban Jadi Keramba

Kelurahan Kebun Sari Amuntai mewakili Kabupaten Hulu Sungai Utara pada penilaian lomba kelurahan tingkat Propinsi Kalimantan Selatan dan mendapat penilaian tim dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Propinsi Kalimantan Selatan, Selasa (7/5). Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat H. Kastalani, S,Pd menilai Kelurahan Kebun Sari pantas jadi wakil Hulu Sungai Utara (HSU) pada lomba tersebut atas sejumlah kemajuan yang dicapai masyarakatnya dalam bidang pembangunan. "Berkat kesadaran warga sepanjang aliran Sungai Nagara Jalan Patmaraga kini bebas jamban bahkan beralih menjadi kawasan budi daya ikan dalam keramba yang di kelola oleh masyarakat" Katanya. Program Kali bersih ini, tutur Kastalani sudah di mulai sejak 10 tahun lalu di mana pemerintah kelurahan bersama LPM terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas mandi, cuci, kakus (MCK) di sungai. Selain itu proposal juga disampaikan kepada dinas instansi pemerintah terkait agar memberi bantuan pembuatan jamban keluarga dan tempat sampah disepanjang tepian sungai guna mencagah warga buang sampah ke sungai. "Alhamdulillah kini sepanjang sungai sudah bebas dari jamban" ujarnya. Berada di kawasan pintu masuk Amuntai, kelurahan berpenduduk sekitar 4 ribu jiwa yang mendiami kawasan 1 km persegi ini merupakan bagian tak terlepaskan dari kawasan Kota Amuntai. Beberapa gedung perkantoran milik pemerintah daerah, lembaga perbankan, rumah sakit swasta hingga puluhan rumah makan berada dikawasan kelurahan ini. Sehingga wajar jika pihak pemerintah kelurahan setempat menetapkan visi terwujudnya kelurahan Kebun Sari sebagai tempat pemukiman, perkantoran dan sentra ekonomi dengan salah satu misinya menjadikan masyarakatnya memiliki kualitas yang produktif dan berdaya saing. "Hanya sebagian kecil kawasan kebun sari yang menjadi lahan pertanian dan perikanan sebagian besar menjadi kawasan perekonomian" jelas Lurah Kebun sari Kamaruddin, S.STP Bahkan pasar ikan basah yang terbesar di HSU berada di kelurahan ini dengan peredaran uang mencapai Rp3 milyar perhari turut memberi mata pencaharian bagi warga kelurahan setempat. Selain itu juga terdapat Pasar Lemari dan meubel dikawasan Terminal Banua Lima merupakan pusat transaksi meubel terbesar di Kabupaten HSU dimana pemasarannya hingga keluar daerah. Pemerintah Kabupaten HSU berharap kelurahan ini bisa meraih Juara Lomba Kelurahan tingkat Propinsi, "Pemda berjanji akan mengerahkan semua potensi yang ada guna mempersiapkan Kelurahan Kebun Sari jika terpilih mewakili Kalsel ke tingkat nasional" Ujar Bupati HSU HM Aunul Hadi saat penilaian lomba. Meski pernah meraih juara I lomba kelurahan tingkat propinsi pada 2003, namun selama enam tahun berturut-turut Kabupaten HSU tidak pernah lagi meraih predikat yang sama. "Justru sejumlah kelurahan di HSU lebih sering meraih juara dua" imbuh bupati. Melalui lomba ini Aunul berharap dapat memicu semangat aparat kelurahan dan warga Kebun Sari untuk lebih meningkatkan pembangunan dikawasannya apalagi kedepannya kawasan kebun sari masih akan dikembangkan menjadi kawasan bisnis seperti di Jalan Suwardi Suwarta. Ketua Tim Penilai dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Propinsi Kalsel Drs. H. Masdariansyah, M,Si mengakui partisipasi warga di kelurahan yang cukup tinggi dari segi kebersihan dan keindahan kawasan. Demikian pula dengan kinerja Tim Penggerak PKK setempat yang diharapkan tidak hanya aktif pada kegiatan lingkup PKK seperti biasa, namun juga bisa menjaga keluarga dan lingkungan tempat tinggal dari peredaran obat-obatan terlarang, "Tugas para Ibu PKK mendidik dan menjaga keluarga mereka khususnya anak-anak dari pemakaian narkoba" pintanya. Karena, menurutnya pengembangan kelurahan Kebun Sari menjadi kawasan sentra ekonomi dan bisnis sebagimana pengalaman di kota besar seringkali turut di ikuti bisnis haram obat-obatan terlarang, sehingga perlu kewaspadaan aparat kelurahan dan lembaga masyarakat untuk mengantisipasinya, (Edy)

Senin, 07 Mei 2012

Pemilu Damai

Amuntai, 7/5 - Bupati Hulu Sungai Utara HM Aunul Hadi bersama Ketua KPUD HSU M Noor beserta unsur muspida ketika menyaksikan para calon bupati dan wakil bupati HSU yang sudah ditetapkan nomor urutnya pada Senin (7/5) menandatangani kesepakatan pemilu damai dan siap kalah dalam pelaksanaan pemilukada HSU yang rencananya di helat 25 Juni mendatang sehingga situasi yang kondusif tetap terpelihara di banua (Eddy/ Humas )

Sepeda Hari Jadi

Amuntai, 5/5 Jelang Hari Jadi Kabupaten Hulu SUngai Utara ke-60 digelar Lomba sepeda gunung (mountain bike) dengan tema "jelajah Amuntai untuk Sahabat" yang diselenggarakan Komunitas Gowes Patung Itik Amuntai (Kagopin) dilepas oleh Wakil Bupati H. Syahdillah, S.Sos dikawasan Patung Itik Pantai (Eddy/Humas)

Cari Kader Petugas PBB Non PNS

Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara mulai tahun ini berencana merekrut kader petugas pengelola bidang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan karena minimnya jumlah tenaga pegawai negeri sipil yang membidangi objek ini. "Kita akui kekurangan staf pada bidang pengelolaan petugas Pajak Bumi dan Bangunan(PBB) sehingga harus mencari tenaga luar untuk melengkapinya" Ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Hulu Sungai Utara (HSU) Dra. Hj. Galuh Bungsu Sumarni, M,Ap disela rencana peluncuran majalah tentang pajak belum lama ini. Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan ditempatkan pada bidang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) idealnya berjumlah 20 orang, sementara yang ada saat ini ungkap Galuh hanya ada sekitar empat petugas yang rencananya ditempatkan bertugas pada bidang itu. "Idelanya pengelolaan PBB-P2 minimal harus dilakukan 20 petugas atau lebih karena wajib pajak yang kita layani adalah hampir semua warga yang memiliki tempat tinggal" Kata Galuh. Karena itu lanjutnya, pihak kecamatan atau kelurahan untuk menunjuk tenaga yang sifatnya kontrak untuk ditempatkan bertugas di kecamatan atau kelurahan yang akan membantu pendataan. "ya semacam tenaga kontrak sensus penduduk, dan bukan tenaga honorer" imbuhnya. Karena itu kerjasama dengan pihak kecamatan dan kepala desa juga mutlak dilakukan untuk pelayanan PBB-P2 ini karena tentu saja pihak Dispenda HSU tidak mampu melaksanakan pendataan, penetapan dan penarikan pajak tanpa ada petugas kader dikecamatan dan desa. Meski pelaksanaan PBB-P2 baru akan efektif awal 2014 namun persiapan pengelolaannya sudah dilakukan pihak Dispenda HSU mulai tahun 2011. Persiapannya, urai Galuh mencakup sosialisasi kepada masyarakat, menyiapkan alat cetak Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT) yang dianggarkan pada 2013 serta pembelajaran dan pelatihan kader. Sejak pengeloaan PBB dialihkan pemerintah pusat kepada daerah maka pemkab HSU baru memulai pengelolaan pada bidang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada 2011 kemaren. Namun bukan untung yang pemda dapat melainkan buntung karena peraturan batas tidak kena pajak diatas nilai Rp60 juta cukup merugikan bagi kebanyakan pemerintah kabupaten kota tak terkecuali Pemda HSU.
Sejak mengelola BPHTB ini pemerintah Kabupten HSU kehilangan sumber pendapatan cukup drastis yang semula Rp 5 Milyar, kini hanya Rp500 juta untuk tahun 2011. "Yang membuat peraturan BPHTB adalah pemerintah pusat yang notebene berada di kota besar mungkin nilai Rp60 juta tidak ada artinya tapi bagi pemerintah daerah pemasukan senilai itu sangat besar bagi pendapatan asli daerah" Ujar Galuh. Meski demikian Kepala Dispenda HSU ini optimis peraturan itu akan di segera di revisi, karena permasalahan serupa pasti turut disampaikan pemerintahan daerah yang lain pada Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) yang setiap tahun diikuti semua dinas pendapatan se Kalsel dengan wakil Kementerian Dalam Negeri. Saat ini, lanjut Galuh pihaknya fokus untuk mengoptimalkan penerapan peraturan daerah (perda) yang baru direvisi terkait pajak dan retribusi, karena sejak diberlakukannya Undang-undang (UU) Nomor 28 tahun 2009 maka semua perda di Kabupaten HSU terkait pajak dan retribusi telah mengacu pada UU tersebut. "Ada peraturan dengan nama yang lama tapi dengan tarif-tarif baru, tapi ada juga perda dengan nama baru beserta tarif-tarifnya" jelasnya. Namun secara efektif Dispenda HSU akan melaksanakan perda-perda yang baru dikeluarkan, diantaranya perda tentang retribusi pelayanan pasar, tahun 2011 sudah disesuaikan tarifnya dan sangat mendukung peningkatan PAD, dari yang semula tarifnya rata-rata Rp40 ribu disesuaikan menjadi rata-rata Rp90 ribu, Ada juga pajak restoran, jika mulanya hanya rumah-rumah makan yang menjadi sasarannya, kini semua warung makan seperti sari laut (sea food) juga dikenakan retribusi dengan pemungutan di luar jam dinas karena warung-warung tersebut buka pada sore hari. Sementara Perda sarang burung walet yang leading sektornya dinas perikanan dan peternakan juga akan dikenakan retribusinya demikian juga jaringan telekomunikasi leading sektor pemungutnya adalah Dinas perhubungan HSU. Menurut Galuh Pemda HSU berupaya agar penerapan perda tentang pajak dan retribusi yang sudah direvisi ini tidak begitu membebani masyarakat. "Yang namanya pajak tetap memberi beban bagi wajib pajak tapi yang terpenting kita melaksanakannya dalam koridor peraturan yang berlaku" imbuhnya Bahwa wajib pajak membayar kewajibannya memang dinilai pantas dan sesuai menurut perda yang ada. Selain itu dalam melakukan pemungutan retribusi petugas Dispenda juga mempertimbangan kondisi wajib pajak, misalnya dalam penerapan pajak restoran, tentu beda kebijakan yang diambil antara pungutan retribusi restoran besar dengan warung makan beromzet kecil. Dengan penyesuaikan tarif baru imbuhnya lagi, pemda tentu juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat "Secara berkesinambungan pemda terus melakukan peningkatan pelayanan sektor publik seperti perbaikan jalan, jembatan, gang serta fasilitas umum lainnya dan dana untuk itu diantaranya diambil dari hasil pungutan retribusi dan pajak tersebut" tandasnya. (Edy)

Pasang 22 Unit Hydrant Baru

Akibat seringnya wilayah pemukiman di Kabupaten Hulu Sungai Utara mengalami musibah kebakaran membuat pemerintah daerah setempat berencana menambah jumlah fasilitas pengisian air untuk tanki mobil barisan pemadam kebakaran atau hydrant. "Aparat kita dari badan penanggulangan bencana daerah sudah melakukan survei titik lokasi mana saja yang akan dipasang hydrant baru" kata Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) HM Aunul Hadi pada rapat paripurna di gedung dewan. Tentu pemasangan hydrant baru ini, kata bupati diprioritaskan di wilayah dekat padat pemukiman yang diperkirakan rawan terjadi musibah kebakaran sehingga anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) mudah mendapat pasokan air. Mengingat angggaran pada 2012 terbatas maka pemerintah daerah mengadakan peralatan hydrant ini secara bertahap dimana telah dianggarkan dana pembelian hyrant baru sekitar Rp200 juta untuk membeli sebanyak 22 unit hydrant baru. Dari hasil survei, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan 22 titik lokasi untuk pemasangan hydrant, "Titik lokasi ini kami anggap prioritas sehingga dilakukan pemasangannya terlebih dahulu tapi Insya Allah tahun anggaran selanjutnya badan terkait akan kembali mengusulkan pengadaan hydrant untuk kawasan lain" jelas Aunul. Lokasi yang akan dipasang hydrant baru tersebat papar bupati masih diseputar kawasan kota Amuntai seperti Kelurahan Murung Sari, Kebun sari, dan Sungai Malang. "Yang terbanyak delapan titik lokasi berada di Kelurahan Murung sari dan tiga titik lokasi masing -masing di Keluarah Kebun sari dan Sungai Malang" paparnya. Dua unit hydrant lainnya masing masing dipasang di Kelurahan Paliwara, Palampitan Hilir dan di Sungai Pandan Alabio. Hanya satu unit diletakan di Desa Palampitan Hulu yakni di depan sekolah dasar negeri (SDN) palampitan 1 Amuntai. Pemda HSU berupaya mengantisipasi seringnya terjadi musibah kebakaran didaerahnya dengan menyampaikan himbauan, baik melalui media elektronik seperti radio dan siaran televisi kabel juga melalui selebaran, pamlet dan spanduk. Namun musibah kebakaran masih sering terjadi akibat cuaca panas, padatnya pemukiman disejumlah titik lokasi di Kota Amuntai dan sekitarnya dan juga akibat kelalaian warga. Pemasangan hydrant baru ini kata Aunul hanya salah satu upaya mempermudah pemadaman api sehingga tidak sampai terjadi kerugian material yang lebih parah pada musibah kebakaran yang menimpa warganya. Selain pemasangan unit hydrant baru juga akan diupayakan terlebih dahulu perbaikan kerusakan sejumlah hydrant yang masih dibisa diupayakan perbaikannya. (Edy)

Cabup Sepakat Pemilu Damai

Semua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sudah lulus dalam penetapan calon sepakat untuk penyelenggaraan pemilu yang damai dan kondusif serta siap menerima kekalahan jika tidak terpilih pada pemilihan umum daerah yang akan dihelat pada Juni mendatang. "Harus di hayati mulai sekarang bahwa yang terpilih menjadi bupati dan wakilnya nanti hanya satu pasangan calon sehingga harus siap kalah pada pelaksanaan pemilukada nanti" ujar Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) HM. Aunul Hadi pada penetapan nomor urut calon di Aula Banua Kita Amuntai, Senin. Kesiapan menerima kekalahan ini, kata Aunul sangat diperlukan bagi menciptakan suasana yang kondusif bagi penyelenggarakan pesta demokrasi di HSU Sehingga bagi yang kalah pemilihan umum daerah (Pemilukada) bisa menerima lapang dada tanpa mengerahkan massa pendukungnya untuk berbuat kerusuhan akibat kekalahan.
"Dengan keyakinan bahwa Allah yang menentukan kemenangan seseorang kita bisa lapang dada dan menerima hasil apa pun nantinya dengan damai" ujarnya. Menurut Aunul, semua calon bupati (cabup) dan wakil bupati HSU memiliki nilai plus dan minus masing-masing sehingga memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pilkada. Himbauan demi himbauan turut disampaikan berbagai pihak agar pemilukada di HSU berjalan kondusif seiring gejolak yang timbul pasca penetapan calon bupati dan wakil bupati oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat yang tidak meloloskan pasangan calon Hamli dan Sutoyo karena tidak mendapat restu dari pengurus DPP PPP. Pelaksaaan Penetapan Nomor Urut calon juga sempat tertunda sehingga memaksa Ketua KPUD HSU M Noor dan sejumlah anggota KPUD terbang ke Jakarta mencari tahu kepastian dari pengurus DPP PPP. Hasilnya pada Rapar Pleno ulang penetapan nomor urut Senin (7/5) Ketua KPUD HSU mengumumkan Surat keputusan DPP PPP Nomor 0392/EX/DPP/V/2012 tertanggal 4 Mei 2012 yang mengakui kepengurusan DPC PPP HSU yang diketuai Suwardi Sarlan,S.Ag dengan sekretaris Mukhtar Yahya Daud,SH. Sehingga DPC PPP yang diketuai H Abdul Gaffar dan sekretaris Sutoyo Sandi telah diberhentikan, sehingga pencalonan Hamli-Sutoyo sebagai calon bupati dan wakil bupati gugur melalui surat keputusan tersebut. Dari hasil penetapan nomor urut, Pasangan Hasib Salim -Maliki yang diusung gabungan partai politik (parpol) PKB, PBB, PKPI dan PAN menerima nomor urut 1. Pasangan Syahdillah - Didi Buhari dari calon perseorangan nomor urut 2, Pasangan Gazali Rahman - Fahri Elhami yang diusung Demokrat, PDIP, Hanura, Gerindra, PPNUI, PKPB dan PPRN mendapat nomor urut 3. Sedang pasangan H Mukarram Fikri dan Husaini Suni yang diusung PKS dan PBR bernomor urut 4 dan pasangan Golkar-PPP Abdul Wahid - Husairi Abdi nomor urut 5. KPUD HSU telah mengumumkan hasil rekap Data Pemilih Tetap (DPT) di 586 lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) total berjumlah 163.655 pemilih, terdiri atas 79.628 pemilih laki-laki dan 84.027 pemilih perempuan. (Edy)

Kamis, 03 Mei 2012

Siswa SMK HSU Ikut Lomba Nasional

Dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan dari Kabupaten Hulu Sungai Utara akan mewakili Propinsi Kalimantan Selatan mengikuti Lomba Ke tingkat Nasional. Masing-masing atas nama Adi Irawan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri 2 Amuntai Pemenang Lomba Tehnical Skill Contest dan Yordani dari SMK Negeri 3 Amuntai yang menjuarai Lomba keterampilan siswa SMK bidang aplikasi elektronika. "Keduanya telah memenangkan lomba ditingkat propinsi dan akan mewakili Kalsel ke tingkat nasional pada Juli nanti" Ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Drs. Hery Priyanto seusai Peringkatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Pemda HSU Rabu. Seiring Peringatan Hardiknas Bupati HSU HM Aunul Hadi menyerahkan hadiah dari Dinas Pendidikan setempat kepada kedua siswa serta menyampaikan ucapan selamat. Aunul berharap pembangunan sektor pendidikan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengisi lapangan kerja yang dibutuhkan. Lembaga Pendidikan seperti SMK menurutnya sangat tepat dalam mempersiapkan SDM yang siap kerja bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi lanjut Aunul jumlah manusia Indonesia usia produktif yang sangat besar merupakan potensi yang seharusnya menjadi modal dalam pembangunan apabila dikelola dengan baik. "Sebaliknya bisa melahirkan masalah jika jumlah penduduk usia produktif yang besar tidak dibekali kualitas pendidikan yang berkualitas" imbuhnya. Disampaikan Aunul jika pendidikan merupakan rekayasa sosial yang terbaik untuk menciptakan Sumber Daya Manusia berkualitas dan peradaban. Karena itu program Pendidikan anak usia dini dan wajib belajar sembilan tahun terus digalakan pemerintah daerah HSU melalui program Sekolah dasar dan sekolah menengah satu atap. "melalui program ini wajar sembilan tahun semoga cepat tercapai khususnya di prioritaskan didaerah daerah terpencil" Kata Aunul. Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan setempat, sejumlah sekolah satu atap gabungan SD dan SLTP sudah dilakukan seperti di Desa Tampakang, Bararain, Kayakah dan lainnya. Program ini juga dimaksudkan mengatasi terbatasnya sarana dan prasarana gedung sekolah dan untuk efektivitas pembelajaran kepada siswa. "Semoga dengan adanya SD-SLTP satu atap ini mampu mengetok kesadaran para orang tua untuk terus menyekolahkan anak-anak mereka" harap Aunul.(Edy)

Rudy Minta Kawal Penyuluh Pertanian

Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin Rabu (2/5) mencanangkan gerakan pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian di Propinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional serta program usaha perkebunan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) menargetkan pencapaian surplus beras 10 juta ton tahun ini memerlukan dukungan dan kerja keras pemerintah dan masyarakat, khususnya petani. Pencanangan gerakan pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian yang dipusatkan di Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) diharapkannya menjadi komitmen bersama semua pihak untuk mengawal keberhasilan produksi beras di Kalsel. Produksi beras pada 2011 meningkat sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya padahal saat itu cuaca ekstrem tengah melanda Kalsel serta mengakibatkan kegagalan tanam disejumlah areal pertanian. Selain itu, papar Rudy berdasarkan data Badan Pusat Statistik Propinsi Kalsel terjadi peningkatan produksi sebesar 2,038 juta ton gabah kering giling atau mengalami peningkatan sebesar 196 ribu ton dari tahun sebelumnya. Selain itu Data Dinas Pertanian Kalsel melaporkan kinerja produksi padi musim tanam 2011-2012 hingga Pebruari kemaren sudah mencapai 25 ribu hektar atau lebih luas 30.259 hektar dibanding periode sama dari tahun 2011. sehingga Rudy optimis produksi beras tahun ini akan lebih baik, "Doa'kan saja semoga tidak terjadi lagi cuaca ekstem atau bencana alam yang bisa mengganggu produksi beras kita" ujarnya. Pemerintah pusat, lanjutnya telah menargetkan keamanan pangan (securiity food) secara nasional apabila produksi beras nasional surplus sebesar 10 juta ton yang diharapkan bisa dicapai pada 2015, "Kalsel diharapkan pemerintah pusat bisa menyumbang sebesar 7,37 persen dari surplus tersebut" ungkap Rudy. Maka upaya pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian ini dinilai gubernur menjadi suatu upaya penting untuk mengamankan peningkatan produksi beras khususnya di Kalsel. Sementara Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluh Propinsi Kalsel Aus Al Kausar melaporkan untuk mencapai sasaran produksi 2,05 juta gabah kering giling perlu pendampingan dan pengawalan serta kemitraan dengan sasaran penyuluh pertanian, kelompok tani, petani swadaya, balai penyuluh kecamatan dan badan pelaksana penyuluh pada Dinas Pertanian. Pihaknya telah mengalokasikan kegiatan pemberdayaan petani melalui metode demfarm dengan pola sekolah lapang agribisnis. Khusus untuk Kabupaten HSU dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Amuntai Utara di Desa Sei. Turak, padang luar dan muara baruh masing-masing di areal 25 hektar, sedang di Amuntai Selatan yakni di Desa Harusan, Padang Tanggul dan Cangkring juga masing-masing seluas 25 hektar. Metode Demfram, jelas Aus merupakan metode penyuluhan dilapangan untuk memperlihatkan secara nyata tata cara atau hasil penerapan tehnologi pertanian yang terbukti menguntungkan. "Melalui sekolah lapang petani bisa mengenali kebutuhan akan ilmu dan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka dilapangan" tandasnya. Bupati HSU HM Aunul Hadi berterima kasih kepada Pemprov Kalsel atas sejumlah bantuan fasilitas dan pelatihan bagi petani didaerahnya, "Semoga kedepan bantuan bagi petani bisa lebih meningkat dalam upaya pendampingan dan pengawalan penyuluh pertanian ini" harap Aunul. Berbagai keluhan disampaikan petani di Kabupaten HSU kepada Gubernur seperti masih kurangnya sarana dan prasarana pertanian, Keterlambatan bantuan langsung benih unggul (BLBU) hingga permohonan bantuan alat transportasi air karena wilayah HSU yang dominan rawa. Pada kesempatan itu Gubernur menyerahkan bantuan kendaraan roda dua sebanyak 112 buah untuk seluruh tenaga penyuluh pertanian se-Kalsel, yakni Kabupaten Tanah Laut 13 buah, Kota Baru dan Tanah Bumbu masing-masing 11 buah, Kabupaten Banjar 12 buah, Kabupaten HST 10 buah, Banjarbaru 9 buah, HSS dan Batola 8 buah, Tabalong, Tapin dan HSU 6 buah, Balangan 3 buah dan Kota Banjarmasin 2 buah. Khusus untuk kabupaten HSU juga diberikan bantuan 59 perangkat uji tanah sawah (PUTS), bantuan benih padi dan trico cair kegiatan demfarm, sekolah lapang agribisnis bantuan penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat (P-LDPM) bagi Gapoktan Untung Maju Desa Harus Kecamatan Amuntai Tengah senilai Rp75 juta pada 2012, bantuan bibit kelapa sawit dan bibit karet kepada petani swadaya masing masing seluas 25 hektar Pada pencanangan itu Gubernur juga menyaksikan penandatanganan (MoU) kemitraan usaha perkebunan antara Koperasi Wahyu Ilahi dengan PT. Persada Dinamika Lestari (PDL) pembangunan kebun plasma seluas 460 hektar di Wilayah Kabupaten HSU Hingga April 2012 PT. PDL sudah membangun seluas 445 hektar kebun plasma dari plan plasma seluas 800 hektar, apabila kebun inti dapat tertanam seluas 4000 hektar tahun ini. "Pembangunan Kebun Plasma ini merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat untuk terus tumbuh berkembang bersama kami" Kata Administratur PT. PDL Slamet Riyadi. (Edy)

Selasa, 01 Mei 2012

Produk Kerajinan Natural Tetap Diminati

Ditengah gempuran produk kerajinan tangan atau handycraft yang sudah dihiasi aneka motif, produk kerajinan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sifatnya natural atau belum dihiasi aneka pernak pernih motif ternyata masih laku dijual pada Pameran Inacraft 2012 di Gedung Jakarta Convension Center pada 24 - 29 April. "Ternyata ditengah kurangnya mutu produk kerajinan kita yang belum kaya akan motif masih mampu menarik minat para pembeli" Ujar Kepala Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Drs. Yusfihani. Beberapa pengunjung melayangkan perhatiannya pada produk kerajinan HSU yang masih natural, seperti produk tas, keranjang baik yang terbuat dari purun maupun eceng gondok. Sebagian produk kerajinan yang dipajang di stand HSU masih berupa produk kerajinan alami dan belum dikenakan motif sebagaimana kebanykan stand produk kerajinan daerah lain. "Kebetulan saya suka menyulam sehingga tertarik membeli kerajinan yang masih polos" ujar seorang pengunjung dari Jakarta yang membeli produk kerajinan di stand HSU. Lain lagi dengan pengunjung asal Jepang Ny. Naoko yang membeli produk kerajinan natural karena memang ada bayer atau pembeli besar yang tengah mencari produk seperti yang ada di stand milik Pemkab HSU. Alasan memilih produk kerajinan natural, kata Ny Naoko melalui penterjemahnya karena pihak bayer yang menjadi langganan akan memberikan motif dan aksesoris yang sesuai dan diminati konsumen diluar negeri. Terhadap tingginya peminat produk kerajinan natural ini Perajin HSU Sopian mengaku tidak terkejut, "Berdasarkan pengalaman saya, pembeli dari kalangan pengusaha atau eksporter biasanya akan membeli produk natural agar bisa mendesainnya sesuai dengan selera konsumen yang dituju" jelasnya. Pada pembukaan pameran Inacraft di Gedung JCC jakarta saja produk kerajinan HSU sudah cukup ramai didatangi pengunjung, baik sekedar melihat-lihat produk kerajinan maupun membelinya. "Baru saja pameran dibuka oleh Presiden SBY produk kerajinan kita sudah laku Rp2 juta" ujar Sopian yang selama sepekan ikut penunggu stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) HSU. Meski produk natural tetap diminati Konsumen, Bupati HSU HM Aunul Hadi yang berkunjung ke stand pameran HSU tetap mengharapkan peningkatan kualitas produk kerajinan HSU, "Kita tidak sekedar memproduksi tapi juga harus mempu menjual produk kerajinan kalau perlu kita ekspor" Ujar Aunul. Pemerintah Kabupaten HSU lanjut Aunul sudah lama mengupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas produk kerajinan daerah. "Tanpa dihimbau pemerintah pusat pun kita sudah lebih dulu mengembangkan produk kerajinan karena ini merupakan potensi terbesar yang kita miliki" jelasnya. Menurut Aunul, jika produk kerajinan natural tetap diminati maka harus diupayakan produk kerajinan yang berkualitas juga tetap ditingkatkan karena nilai jualnya tentu lebih tinggi. Pemerintah Kabupaten HSU akan terus memfasilitasi pengembangan diversifikasi produk baik bentuk maupun jenisnya, diantaranya melalui pelatihan dengan mendatangkan instruktur dari luar. Selain itu melalui pameran seperti Inacraft tersebut para perajin bisa menimba ilmu produk kerajinan daerah lain, termasuk mencari pembeli dan peluang ekspor (Edy)



Bupati Tinjau INACRAFT

Amuntai, 25/4 - Bupati Hulu Sungai Utara HM Aunul Hadi meninjau stand pameran produk kerajinan HSU yang ditampilkan Dekranasda dan Kuperindag HSU di Ajang Inacraft ke-14 tahun 2012 di Gedung Jakarta Convention Center (JCC) sebagai ajang promosi bagi produk kerajinan daerah mencari peluang pasar hingga ekspor sesuai harapan Pemerintah Pusat agar produk kerajinan tangan bisa memenuhi permintaan ekspor tiap tahun (Edy- Humas)

Adaro Janji Terus Bantu IKM HSU

PT. Adaro Indonesia berjanji akan terus memberika bantuan dana, peralatan maupun pelatihan bagi pelaku industri kecil dan menengah di Kabupaten Hulu Sungai Utara Propinsi Kalimantan Selatan agar bisa eksis mengembangkan produk kerajinan memenuhi kebutuhan dalam lokal hingga ekspor. "PT Adaro akan terus memberikan bantuan untuk mengembangkan produk kerajinan apalagi kedepannya prospek sektor ini akan semakin cerah dan terbuka luas untuk ekspor" ujar CSR PT Adaro Indonesia Rusmin Nuryadin saat mendampingi perajin Hulu Sungai Utara (HSU) pada Pameran Inacraft di Jakarta. Selama ini paparnya, PT Adaro sudah memberikan sejumlah peralatan dan pelatihan, termasuk berupa bantuan dana kepada perajin HSU untuk mengembangkan produk unggulan daerah seperti kerajinan purun, lampit dan terakhir yang sedang berkembang yakni kerajinan eceng gondok. Bantuan perusahaan batu bara yang beroperasi diwilayah Kabupaten Balangan dan Tabalong ini kini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh sejumlah perajin di Kecamatan Amuntai Selatan yang sukses mengembangkan kerajinan purun dan eceng gondok. Perajin Desa Banyu Hirang Sopianor yang sukses mengembangkan kerajinan berbahan eceng gondok di Kabupaten HSU mengakui bantuan yang sudah diberikan oleh PT Adaro Indonesia melalui program CSR bagi mengembangkan usaha kerajinan 'Kambang Ilung" miliknya yang kini mulai kewalahan menerima pesanan aneka produk kerajinan dari luar daerah. "Pernah pesanan datang dari pengusaha Negara Jerman namun kita tidak bisa memenuhinya karena terbatasnya tenaga perajin yang mengerjakannnya " ujar Sopian. Hingga kini usaha kerajinannya baru bisa memenuhi pesanan lokal baik di Kalsel maupun di luar daerah. Keinginannya untuk meningkatkan jumlah produksi turut didukung oleh Dinas Koperasi UKM perindustrian dan perdagangan HSU dengan turut menanamkan modal disamping bantuan dana tanpa bunga dari PT Adaro Indonesia. Pasalnya, kata Sopian Presiden SBY pada pembukaan pameran Inacraft di Jakarta kemaren telah memberikan 'lampu hijau' bagi pemerintah daerah dan para perajin untuk meningkatkan jumlah produksi kerajinan guna memenuhi kebutuhan ekspor yang terus meningkat hingga 2015. "Saya berharap pemerintah daerah termasuk pihak swasta bisa terus memberikan bantuan pelatihan bagi perajin mengingat kita masih kekurangan tenaga perajin" kata Sopian. Kepala Koperasi, UKM, perindustrian dan Perdagangan Kabupaten HSU Drs Yusfihani menyatakan pihaknya sudah beberapa kali mendatangkan tenaga instruktur atau pelatih dari Jawa untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan para perajin eceng gondok untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan. "Pemerintah daerah akan terus memberikan pelatihan sehingga para perajin mampu menghasilkan produk kerajinan yang dibutuhkan oleh para bayer" ujar Yusfi. Yusfi mengakui kualitas produk kerajinan Kabupaten HSU masih kurang dibanding produk kerajinan lain sebagaimana yang ia lihat pada stand-stand pameran Inacraft ke-14 di Jakarta pekan kemaren. "Kita akui kualitas produk kita masih dibawah perajin lainnya, namun kita yakin produk kerajinan daerah HSU masih bisa ditingkatlkan menjadi lebih baik" ujarnya. (Edy)